Selasa, 12 Oktober 2010

1.
Hiduplah dengan visi. Orang yang hidup tanpa visi cenderung hidup tanpa kendali dan bergantung pada orang lain untuk menentukan siapa diri mereka sebenarnya. Alkitab adalah landasan terbaik untuk Anda yang rindu memiliki hidup penuh tujuan ilahi, menjaga kekudusan, atau mendapatkan pasangan hidup seperti yang Allah rindukan.

2.
Tentukan siapakah diri Anda. Jangan biarkan orang lain mendefinisikan siapa diri Anda. Firman Allah adalah referensi terbaik yang bisa Anda dapatkan. Andalah yang menentukan apakah akan menikah asal-asalan, ingin menikah dalam kekudusan seperti yang Allah mau, termasuk menjadi pribadi dengan karakter seperti apa. Anda juga bisa membuat daftar nilai-nilai atau karakter yang menentukan identitas Anda, misalnya: "Saya akan terlebih dahulu melayani Allah dan selalu menghormati Dia. Saya akan jujur, setia, dapat dipercaya, dan menjadi pria yang memegang janji, tidak peduli berapa besar pengurbanan yang diperlukan. Dan saya akan setia pada pasangan saya, baik dalam pikiran maupun perbuatan menuju keabadian." Hal ini sangat penting sebelum Anda mengharapkan seseorang dengan kualitas terbaik yang Anda dambakan. Jadilah yang terbaik sebelum mengharapkan yang terbaik.

3.
Carilah yang mencintai dirinya. Tenang, jangan berprasangka terlebih dahulu. Mencintai diri sendiri berbeda dengan sikap egois atau mementingkan diri sendiri. Ini berbicara mengenai standar yang akan Anda pakai pakai untuk pasangan Anda biasanya tidak jauh dari standar yang Anda tetapkan untuk diri sendiri. Yesus berkata, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri..." (Mrk. 12:31). Berhati-hatilah, orang yang tidak mengasihi dirinya akan berhenti mengasihi Anda ketika masa bulan madu telah usai! Titik tertinggi kasih Anda untuk pasangan Anda, adalah Anda sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar